Saat
kecil aku diajarkan orangtuaku untuk melakukan ibadah sholat. Dan sebagai anak
kecil yang belum mengenal kata
‘menolak’, aku mengikuti apa yang diajarkan orangtuaku. Seingatku saat itu aku
berusia lima tahun. Saat adzan, ibuku menyuruh untuk melakukan sholat. Belum
paham secara pasti apa arti sholat, aku melakukannya saat adzan berkumandang.
Sarung yang aku kenakan pada saat itu hanya satu dan itupun sudah kumal. Karena
kondisi ekonomi waktu itu masih
berstatus sederhana, saat itu tidak menjadi masalah. Orangtua selalu memberi janji
jika saat tujuh tahun aku belum sholat, aku akan dipukul menggunakan rotan
sebanyak rakaat yang aku tinggalkan. Ada perasaan takut yang setiap saat menlingkupi
masa kecilku. Meski saat itu aku belum paham betul rotan itu bentuknya seperti
apa, orangtuaku menjelaskan rotan itu seperti pemukul kasur yang digunakan untuk
membersihkan debu saat dijemur. Bagiku dipukul tangan saja sudah sakit apalagi
menggunakan rotan.
Aku berusia
tujuh tahun dan sholatku mulai tertib. Walaupun orangtuaku selalu bilang
sholatku ‘ngglodhek’. Artinya sholatku sangat cepat dan memang seperti itu
kenyataannya. Namun, karena pengajaran yang diajarkan selama dua tahun begitu
melekat, aku memberanikan diri untuk minta dibelikan rotan. Dan saat itu, aku
sudah rela jika dipukul. Ibu baru saja pulang dari kerja. Aku berlari ke
arahnya dan menyuruhku melihat apa yang tergantung di sepeda motor. Mungkin
bakso, pikirku. Namun, ibuku juga bilang ‘Jangan lupa sholat’. Atau rotan? Aku
tidak peduli dan langsung berlari melihatnya. Namun, ternyata itu adalah sebuah
kain sarung yang selama ini aku inginkan. Aku merasa senang sekali saat itu dan
semangat untuk ibadah.
Dan saat
dewasa, kini aku melihat betapa banyak cara yang digunakan orangtuaku untuk
mendidikku. Terutama dalam hal ibadah. Rotan dan sarung adalah dua simbol yang
digunakan untuk menjadikanku anak yang taat beragama. Sebuah rasa syukur yang
sangat menyejukkan hati ketika aku merasakannya sebagai nikmat. Terima kasih.
Bapak. Ibu.


0 comments:
Post a Comment