.

.
News Update :

Nilai kebenaran

Saturday, December 20, 2014

Saat itu perjalanan pulang dari acara Musyawarah Nasional sebuah Organisasi Pelajar SMA. kereta. Saat itu ada 3 kirsi. Aku duduk di dekat jendela, temanku di tengah, dan orang itu duduk di samping kiri temanku. Firasatku mulai buruk. Saat itu jam menunjukkan pukul 10 malam dan pikiranku terbawa oleh pengaruh film layaknya akan terjadi suatu kejahatan. Ia menawari rokok kepada kami namun kami menolaknya.
                Temanku justru berani memulai pembicaraan dengan orang di samping kiri itu. Lalu mereka asyik bercerita mengenai kehidupannya. Lagi-lagi aku salah. Orang itu ternyata adalah seorang yang lepas dari keluarga broken home. Ayah dan ibunya lepas dari kehidupan satu atap. Ia menceritakan kehidupannya yang membuat hati ini bergetar karena salah menduganya. Lagi-lagi penampilan memang menipu. Temanku dengan tenang menanggapinya dengan hati yang besar. Dan tanpa sepengatuhanku, ternyata temanku juga berasal dari keluarga broken home pula. Mereka banyak memilki kesamaan, bahkan pembicaraan mengarah ke hobi yang sama-sama suka bermain musik.
                “Kamu turun dimana?” ia bertanya kepada kami.
                “Jogja mas, kita habis dari Musyawarah Nasional”
                “Wah aku enggak tahu lah urusan kayak gitu. Aku dulu Cuma lulusan SMK dan sekarang aja kerja di sawit, kalian udah kuliah apa gimana?” tanyanya bersahabat.
                “Belum mas, kita masih SMA kok.  Ini acara pelajar” jawabku menjelaskan.
                “Ah orang-orang pendiam dan ganteng kayak kalian pasti ceweknya cantik. Hahaha,” candanya “Enggak mas, kita enggak pacaran. Hehehe,” jawab temanku.
                Kemudian pembicaraan berlanjut dengan menyenangkan dan orang itu turun di stasiun blora sedangkan aku masih di kereta selama empat jam setelah itu.

                Begitu banyak  orang di sekitar kita dan banyak pula sangkaan kita terhadap karakter mereka karena penampilannya. Namun, yang sebenarnya terjadi adalah kebenaran dan kebesaran hati yang sebenarnya. Sejak saat itu aku sadar, bahwa nilai kebenaran itu memang kebenaran itu sendiri. Bukan dari prasangka kita. Dan bukan pula dari sekedar penampilan.
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 

© Copyright Muhamad Zamzam Istimaqom 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.